Agift From God!!!

I am Just Ordinary boy who wish to be an Expert someday. believe that impossible is nothing !! and The Power Of Dream………

Welcome to the professional track Dude….

Alhamdullilah….. setelah sekian lama tertunda akhirnya rabu kemarin 4 Maret 2009 kesampean juga exam BSCI dan lulus dengan score 922. tujuannya Be CCIP !!

Total dapet 61 soal.

3 diantaranya soal simulasi: 1. Redistribution EIGRP into ISIS and vice versa, 2. troubleshoot OSPF stub area, 3. dan EIGRP Totally stub configuration. Satu soal simlet EIGRP topology table.

klo lo lagi “beruntung” soal simulasinya ada Virtual link pake IPv6, seperti yg dialami Gemal, one of my cisco fellow

Bukan bermaksud untuk takabur, tapi Overall gw ngerasa Exam BSCI ini tidak seberat jaman CCNA dulu, alasannya :

  1. Passing grade 790 (CCNA 825 klo ga salah)
  2. Materi lebih fokus (CCNA materinya terlalu ngelebar dan banyak, maklum fundamental sih)
  3. Mungkin persiapan gw juga lebih ok, plus dah pernah ngalamin exam CCNA jadi ga terlalu kaget.

What next: terlalu dini untuk bilang CCIP tahun ini, tapi paling tidak BGP dan MPLS bisa selesai tahun ini, kemudian QOS.

642-661 BGP should be this year

640- 901 MPLS should be this year

So I would like to thanks to:

Allah that give me the force to stay on the line

My lovely wife who willing to seeing me always busy with CLI

Learn to fly community Kevin and Gemal, Ivon.

Alasan baik yg terburuk untuk belajar adalah terpaksa. (go for IPv6)

ya Alasan baik yg terburuk untuk belajar adalah terpaksa. kadang beberapa dari kita ketika kecil di”teror” untuk terus belajar. karena jika tidak, diancam untuk tidak diberi uang jajan selama seminggu misalnya.

atau contoh lain terpaksa mati matian belajar kalkulus biar bisa sekedar dapet nilai C (padahal boro-boro ngerti, menyelesaikan membaca satu lembar saja terkadang rasanya seberat jalan di gurun pasir tanpa alas kaki)

sama halnya ketika saat diperusahaan terdahulu terpakasa harus belajar IPv6, karena beberapa perangkat sudah mulai di deploy dengan IPv6 (walau save by the bell, karena keburu resign sebelum memulai belajar). tapi akhirnya memang seperti tidak terelakkan lagi ketika saat ini juga “terpaksa” belajar IPv6 karena memang harus bisa rupanya.

Tapi memang “terpaksa” dalam belajar itu akhirnya memang seringkali cara yang paling ampuh untuk orang2 macam gw ini untuk setidaknya belajar !!
ketimbang tidak sama sekali.

So lets get the IPv6 Beat on:

Topology sederhana dibawah ini menggunakan IPv6 pada tiap-tiap interface dan kemudian akan menggunakan OSPFv3 sebagai routing protokolnya,
agar network2 pada LAN segment dapat saling berkomunikasi.

dengan kombinasi Dynamips dan IOS 7200 Series, jadilah konfigurasi dengan detail sebagai berikut:

Konfigurasi pada R3:

ipv6 unicast-routing {global cammand tuk aktivin ipv6 di router}

interface FastEthernet0/0
description TO R4
no ip address
duplex auto
speed auto
ipv6 address 2001:210:10:1::1/64 {64 Bit pertama merupakan Network ID dan setelah double colon, merupakan Host ID}

ipv6 enable {Pada beberapa versi IOS, ipv6 enable harus kita masukan agar dapat mengkonfigurasi ipv6 di interface}

ipv6 ospf network broadcast {klo ini muncul gara2 iseng ganti OSPF network tipe jadi P2P, trus dibalikin lg jadi defaultnya broadcast}

ipv6 ospf 100 area 0
!
interface FastEthernet0/1
no ip address
duplex auto
speed auto
ipv6 address 1FE0:1111::1/32
ipv6 enable
ipv6 ospf 100 area 0
!
no ip domain lookup {Biar klo salah ngetik command, DNS ga ngelookup, suka lama translattingnya, jadi klo ga perlu mending matiin aja cuy}!
ip classless
no ip http server
no ip http secure-server
!
!
ipv6 router ospf 100 {Pada OSPFv3 Router OSPF 100 ini, ga perlu lagi untuk mendeskripsikan network2 yg directly conected dengannya} router-id 3.3.3.3 {cukup masukin router ID yg merupakan sekedar nama bukan IP, tanpa harus set Network command lagi} log-adjacency-changes

Konfigurasi pada R4:

ipv6 unicast-routing {seperti IP routing or IP multicast routing tuk aktivin multicast, ipv6 unicast-routing tidak enable by default Klo command ini ga di set, maka pada saat konfig ospf akan tampil error kyak gini:

R4(config)#ipv6 router ospf 100
% IPv6 routing not enabled}

interface FastEthernet0/0
description TO R3
no ip address
duplex auto
speed auto
ipv6 address 2001:210:10:1::2/64
ipv6 enable
ipv6 ospf network broadcast
ipv6 ospf 100 area 0
!
interface FastEthernet0/1
no ip address
duplex auto
speed auto
ipv6 address 1FE0:2222::1/32
ipv6 enable
ipv6 ospf 100 area 0
!
ip classless
no ip http server
no ip http secure-server
!
!
ipv6 router ospf 100
router-id 4.4.4.4
log-adjacency-changes

Command2 penting untuk memastikan konfigurasi sudah berjalan sempurna:

R4>sh ipv6 int brief
FastEthernet0/0 [up/up]
FE80::C801:EFF:FEF8:8 {ga ngerasa ngonfigure ini tapi ko muncul ya? jgn kaget, ini adalah Link Local Addreess:yg otomatis muncul ketika IPv6 host online: Ingatkan ciri2nya: 10 Bits pertamanya selalu FE80 (1111 1110 10),trus 54 Bits nol, trus 64 Bits berikutnya ditengah-tengah selalu nyelip FF:FE biar sisanya genap 64 Bits, jadi 10+54+64=128 deh} 2001:210:10:1::2
FastEthernet0/1 [up/up]
FE80::C801:EFF:FEF8:6 {ga ngerasa ngonfigure ini tapi ko muncul ya? jgn kaget, ini adalah Link Local Addreess:yg otomatis muncul ketika IPv6 host online: Ingatkan ciri2nya: 10 Bits pertamanya selalu FE80 (1111 1110 10),trus 54 Bits nol, trus 64 Bits berikutnya ditengah-tengah selalu nyelip FF:FE biar sisanya genap 64 Bits, jadi 10+54+64=128 deh} 1FE0:2222::1

R4#sh ipv6 route
IPv6 Routing Table - 7 entries
Codes: C - Connected, L - Local, S - Static, R - RIP, B - BGP
U - Per-user Static route
I1 - ISIS L1, I2 - ISIS L2, IA - ISIS interarea, IS - ISIS summary
O - OSPF intra, OI - OSPF inter, OE1 - OSPF ext 1, OE2 - OSPF ext 2
ON1 - OSPF NSSA ext 1, ON2 - OSPF NSSA ext 2
O 1FE0:1111::/32 [110/2] {Muncul deh tuh Routing OSPFnya dari lan Segment ) via FE80::C800:EFF:FEF8:8, FastEthernet0/0
C 1FE0:2222::/32 [0/0]
via ::, FastEthernet0/1
L 1FE0:2222::1/128 [0/0]
via ::, FastEthernet0/1
C 2001:210:10:1::/64 [0/0]
via ::, FastEthernet0/0
L 2001:210:10:1::2/128 [0/0]
via ::, FastEthernet0/0
L FE80::/10 [0/0]
via ::, Null0
L FF00::/8 [0/0]
via ::, Null0

R4#sh ipv6 ospf neighbor

Neighbor ID Pri State Dead Time Interface ID Interface
3.3.3.3 1 FULL/DR 00:00:38 3 FastEthernet0/0 {ni yg jadi DR 3.3.3.3 coz yg 4.4.4.4 sempet gw clear ipv6 ospf process duluan tadi, lom sempet balikin lagi}
{klo dah di clear ipv6 ospf process secara bersamaan di semua router, or reboot semua router, process DR election akan memenangkan 4.4.4.4 karena prioritynya semua di Set 1}
R3#sh ipv6 ospf ne

Neighbor ID Pri State Dead Time Interface ID Interface
4.4.4.4 1 FULL/DR 00:00:37 3 FastEthernet0/0 {tuh dah normal lg DRnya}

R4#sh ipv6 ospf neighbor detail
Neighbor 3.3.3.3
In the area 0 via interface FastEthernet0/0
Neighbor: interface-id 3, link-local address FE80::C800:EFF:FEF8:8
Neighbor priority is 1, State is FULL, 6 state changes
DR is 3.3.3.3 BDR is 4.4.4.4
Options is 0×64877651
Dead timer due in 00:00:32
Neighbor is up for 00:08:47
Index 1/1/1, retransmission queue length 0, number of retransmission 2
First 0×0(0)/0×0(0)/0×0(0) Next 0×0(0)/0×0(0)/0×0(0)
Last retransmission scan length is 1, maximum is 1
Last retransmission scan time is 0 msec, maximum is 0 msec

segala macam debug yg berkaitan perlu juga diaktifin buat jaga jaga klo ada yg aneh lewat :D
R3#debug ipv6 ospf adj {buat ngeliat proses OSPF adjacency}

R3#debug ipv6 ospf events {buat ngeliat OSPF events}

R3#debug ipv6 packet detail {buat liat debug detail packet ipv6}terakhir ping antar segment deh:

R3#ping 1FE0:2222::1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 1FE0:2222::1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 16/32/68 ms

R4#ping 1FE0:1111::1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 1FE0:1111::1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 16/28/44 ms

ping IPv6 antar segment sudah berhasil, pake IPv6 routing via OSPFv3
pengen sekalian nyoba tehnik migrasi IPv4 to IPv6 pake Dual Stack, Tunneling, or NATPT tapi dah ngantuk.

jadi kapan kapan aja deh KLO KEPAKSA!!!! TETEP KEPAKSA IS IN THE AIR …………………..

BERANI ADALAH HASIL DARI LATIHAN BERANI

Ga Sengaja nemu konsep yang selama ini lingering on my head nih. cocok untuk referensi klo lagi “change state to Down or Administratively down” he he

Topik utamanya Berani bertindak, nah di dalam sub topiknya itu ada point yang menyatakan bahwa.

BERANI ADALAH HASIL DARI LATIHAN BERANI

Let get into the brief statement………..

Mulailah melangkah dengan keyakinan. Cobalah sesuatu yang baru atau berbeda. Keluarlah dari zona aman, tanpa jaminan kesuksesan. Mulailah dari yang kecil, mulailah dengan yang sederhana.

Masa depan ada di tangan setiap pejuang. Dan mereka, bukanlah orang yang sekedar mencari aman. Masukkanlah diri Anda ke dalam barisannya. Sebab semakin Anda cari, apa yang Anda sebut keamanan akan semakin menjauhi. Semakin doyan Anda dengan peluang, maka keamanan Anda akan datang. Ingatlah apa kata Jennie S. Bev, jadilah warrior, bukan worrier.

He he benar banget. Just like i usually said “ Comfort is Evil “ semakin kita mencari kenyamanan semakin kaku pula saraf –saraf di otak yang akan berimbas pada berkurangnya motivasi untuk terus berkembang.

Gw pernah bekerja pada 4 perusahaan berbeda dan 3 diantaranya gw lakukan dalam waktu satu tahun. Dan itu menurut gw itu adalah keluar dari zona aman tanpa adanya jaminan kesuksesan (hihi kacian banget).

Tapi ya itu tadi jadilah : “Warrior, bukan worrier” klo kita hanya sibuk mengumpulkan list of “kekhawatiran” maka biasanya kita hanya akan sibuk mengumpulkan list tersebut tanpa pernah mengambil keputusan sekalipun.

Tentunya, persiapkanlah perjuangan Anda dengan matang. Sebab, Anda ingin jadi pejuang bukan martir.

Tetapkanlah sasaran dan tujuan, kemudian kumpulkanlah informasi. Bacalah situasi. Risetlah segala kondisi. Buatlah rencana tindakan dengan rinci, lalu ambillah langkah pertama Anda. Percayalah, Anda bisa.

Yup. Hidup kita ini bukan LAB yang sewaktu-waktu mudah kita reset saved configuration trus kita reboot lagi. Hidup kita ini live and existing networks.

Ya minimalnya buat reason and goal terhadap suatu tindakan. Trus kumpulkan sebanyak banyaknya things to do list biar goal itu tercapai, dan yang terpenting mulailah. Trust me : yg paling sulit itu adalah memulai, klo dah memulai biasanya sih akan ngeflow like water.

Keberanian Anda yang berikutnya, adalah keberanian untuk bertahan, untuk persisten, dan untuk tetap di situ setelah Anda memulainya

Teruslah demikian, di sepanjang pendakian Anda. Itulah diri Anda yang pejuang.

Saat berbagai ketakutan mulai mendera Anda lagi, alihkan mata, pikiran, dan hati, hanya ke target Anda. Belajarlah berimajinasi.

Bener lagi nih. Keberanian untuk bertahan : awalnya kita memang dituntut untuk berani yg paling sederhana, yaitu berani bertahan.

berani bertahan dengan pilihan field job di Network, sempat selingkuh selama 3 bulan di Sys Admin yg lebih ke database, juga sempat sok serius ikutan seleksi PNS ( yg semua orang tau it a super duper comfort position) akhirnya memutuskan untuk kembali berani.

berani bertahan bekerja di Vendor yg jadi muara problem dari mulai End-user sampe Operator (service provider). Waktu kerja di End-User kita cukup Tanya ke Operator or Service Provider tuk nyelesain masalah. Waktu kerja di Service provider kita juga tinggal Tanya aja ke Vendor klo ada yg aneh ama perangkat. Tapi di Vendor, kita dituntut untuk menyelesaikan semua masalah itu, trus klo ga bisa nanya ke siapa dong.? My bos told me : just ask god for the answers (wekekekk)

Trus klo akhirnya benar-benar down gimana, kita Cuma orang biasa yang pasti punya kelemahan, ya itu tadi Belajarlah berimajinasi,

Ngayal bisa kerja dengan orang dari seluruh dunia ( walau baru kesampean ama orang Cina, Malaysia, India ama Australia doang plus orang Madura Wekekek).

Ngayal bisa traveling around the world implementing project (walau baru kesampean around this country aja :D).

Ngayal ga perlu ke kantor untuk kerja (kadang tercapai sih, tinggal telnet dari rumah or hotel, tapi itu pun plus di telponin sampe kuping panas),

Ngayal bisa kerja bareng CCIE ( he he Udah Kesampean Baek lagi orangnya Thanks Jake)

Ngayal ga perlu di ganggu tengah malem klo ada trouble (klo yang ini ga mungkin kayaknya :D)

Di tengah jalan, Anda harus mulai belajar tentang bagaimana menghentikan rasa khawatir. Ketahuilah, rasa itu muncul karena sebuah fenomena yang disebut dengan “negative goal setting”. Setelah Anda menentukan cita-cita dan target Anda, Anda malah sibuk memikirkan berbagai hal, yang Anda tidak ingin itu terjadi. Apapun yang Anda khawatirkan, belum tentu terjadi. Akan tetapi, “negative goal setting” akan merusak kesehatan dan emosi Anda, sama parahnya seperti itu telah terjadi.

Nah ini dia ni, tidak cukup dengan berani bertahan saja, kita ini mahluk sosial yg memang sudah fitrahnya keputusan kita itu adalah influence dari pihak luar. Kadang berpikir suatu saat dunia telekomunikasi akan mengalami anti klimaks baik dari segi profit maupun dari segi agresivitas operator untuk implement or extend mereka punya jaringan.

Or yg simple aja, sampe kapan perusahaan mo pake gw…..weleh weleh jadi negative goal setting nih, better we skip this part.

Kepala Anda cukup sulit untuk diisi dengan dua hal sekaligus. Jika Anda sibuk memikirkan apa yang positif, maka kepala Anda tak akan sempat terisi oleh yang negatif. Dengan bertahan di sisi positif, tanpa Anda sadari, apa yang Anda khawatirkan telah selesai sendiri.

Segala sesuatu lebih berat di kepala daripada di pundak. Belajarlah memperlebar jarak antara ketakutan dan diri Anda sendiri. Hanya dengan begitu, Anda bisa menghadapi takut dengan berani. Dan dengan berani, Anda bisa mengejar cita-cita yang lebih tinggi.

Yoi dah.. kepala kita itu sudah berat kerjanya, kasian klo diisi dan diingatkan sama hal hal kecil, apalagi klo punya tendecy untuk merusak positive mental attitude.

Sama halnya dengan mengahafal ratusan password tiap perangkat yg berbeda beda. Padahal ada hal yg lebih besar selain password, mau kita apain tuh perangkat.

Pilih mana bisa access ke perangkat dengan lancar trus bingung harus ngapain, or tanya atau liat kebetan password access ke perangkat dan kita tau persis nih perangkat mau diapain.

KESIMPULAN

Sepertinya akan menjadi terlalu berani, jika kita simpulkan semua ini sekarang juga. Mendingan, mari kita jalani saja.

Emang.. daripada banyak ngemeng alias NATO ( Not Action Talk Only ) lebih baik kita jalani aja mulai dari sekarang

Ikhwan Sopa

Trainer E.D.A.N.

021-70096855

Blom sempet kenalan ama ni orang tapi tulisannya lumayan cadas juga.

Korban kompetisi operator

Gw pribadi sebenarnya ga tertarik untuk ikut meramaikan persaingan dunia operator telekomunikasi
nomer ponsel pribadi pun ga pernah ganti dari awal gw punya HP (dah sekitar 7 tahunan lebih),
bukan karena puas dengan operator yg sekarang, tapi karena emang males aja ikut2an rame
buat gw biarlah para operator yg saling bersaing, kita end user ga usah ikut ikutan bersaing
ada nomer tambahan baru pun karena memang kantor ngasih fasilitas itu.
dan kebetulan nomernya lumayan mudah diingat (dibilang cantik sih blom lah)
081818787X. nomer kantor ini dah sekitar 5 bulanan gw pake.
sekitar bulan mei yg lalu gw bolak balik jakarta surabaya untuk membicarakan
project Telkom Metro-Ethernet se-Jatim, awalnya ok ok aja, tapi pas sampai pada tahap
kick off meeting disitu dipaparkan team member dan detail kontak number dari pihak Customer
(telkom) maupun dari pihak Vendor (Huawei).

seketika Project Manager Telkom mengerutkan dahi, ketika melihat team member dari vendor
tak satupun yg mengunakan nomer Flexy. dia langsung meminta pihak vendor menganti nomer lama ke nomer flexy
untungnya kantor hanya menyediakan nomer GSM pascabayar sehingga niatan pihak customer sedikit dapat diredam.

namun customer tidak kalah akal, kemudian mereka minta untuk mengganti semua nomer ke kartu Hallo milik telkomsel
sebenarnya ga terlalu ada hubunnganya sih dengan telkom. tapi menurut pihak telkom
masih lebih baik ketimbang pake Matrix, Xplore or yang lainnya
permintaan ini mengarah ke 5 orang korban dari pihak vedor, termasuk gw salah satunya.

begitu balik jakarta gw harus merelakan nomer Xplore berganti dengan nomer lain,
sang sekretaris memberikan nomer Hallo yg baru 081198409XX, sayang di sayang nomernya kurang sedap dipandang mata
sayang di sayang juga sekretaris kantor bukan seperti kios2 HP di pusat perbelanjaan, yang bisa kita mintai nomer cantik
dengan membayarkan uang yg lebih mahal.

dan hasilnya mudah ditebak, kacau :

pertama: kartu nama gw masih pake nomer yang lama ( dan klo tukeran kartu nama sama customer,
  gw selalu lupa tuk bilang klo nomer gw dah ganti, belum sempat ganti kartu nama, project dah mulai pula )
Kedua  : Dah sekitar 3 bulan dengan nomer baru, tapi gw ga pernah bisa hapal dengan nomernya (pelupa is my middle name)
  klo ada customer tanya nomer telepon, gw bingung; berusaha nyebutin tapi salah.
  liat kartu nama tapi nomer dah berubah, akhirnya klo ga tanya temen, liat nomer di phonebook,
  or liat nomer di startter pack kartu hallo yg kemana-mana selalu gw bawa :D

What D` First Day

Today is First day join di www.huawei.com and what i`ve got is very Surprising me.

Pagi2 dateng ngurus admin ID card bla – bla – bla, tanda tangan sana sini, akhirnya tibalah di saat-saat yg paling membosankan ( menunggu ), karena laptop juga blom turun dari HQ, jadi ga bisa kerja, ya udah bengong aje.

Pas lagi ngantuk-ngantuk Manager Datacomm Engineer Mr. Lee Huan manggil .

“Hi Teguh you better go to the customer site with Mr. Xiu Hui” ( pake logat Stephen Chow :D wakakakak )

Sambil bilang oke, dalam hati gw jerit “What !! are you kidding me ?” Mr. Xiu Hui itu adalah buah bibir sejak awal gw menginjakan kaki disini. Guest why? Beliau adalah salah satu orang berotak paling encer di HUAWEI dan dia merupakan CCIE (Cisco Certified Internet Expert)

Sambil nunggu sampe ke STI ( Sampoerna Telekomunikasi Indonesia ) >> produknya namanya Ceria ( yg model iklannya dewi persik :D) , Di perjalanan sempet little chit chat, dan ternyata doi ambil CCIE R&S alias Routing and Switching, beliau lulus di first attempt, sekali lagi dalam hati gw jerit “ Keep dreaming boyz “ pas dia nanya balik how bout you? Sambil nyengir gw jawab just own my CCNA. He he he nothing……….

Sampe di STI metting bentar tuk dengerin problemnya apa, blom ampe 5 menit Engineer STI memaparkan problemnya, tuh CCIE udah ngebet mau ke device nya langsung “ let me console the device right now” ngoprak-ngoprek bentar langsung kelar masalahnya.

Gw sendiri ga gitu paham masalahnya apa, tapi kayaknya sih OSPF yang mau di import running over VPN ga jalan. Bravo !!! ga percuma deh CCIE at least ga bikin malu abang John :D.

Di perjalanan pulang kembali chit chat, in the name of “penasaran”, gw beranikan diri tuk nanya umur nya, How old are you Mr. Xiu Hui? Sambil senyum dia jawab “me twenty three” Anjrot !! umurnya 1 tahun lebih muda dari gw, tapi skillnya 10 tahun lebih hebat dari gw.

Okelah brother Xiu,

thanks for inspiring me……………………….. 

Walk in interview Berubah Image?

Dulu jaman SMA or pertama-tama kuliah pernah baca buku panduan "How to
be a success Job seeker" di dalam buku itu banyak mengulas tip and
trick nyari kerja, mulai dari cara bikin CV, bikin surat lamaran,
sampai faktor2 non teknis seperti, susunan kata kata etc.

salah satunya juga adalah cara membaca lowongan, disitu tertulis :

Klo ada kata-kata seperti ini ( urgently Needed ; walk in interview etc ) sebaiknya hati-hati, karena posisi pekerjaannya umumnya kurang yahud…

But I am glad to prove it wrong

well,

3 January 2008 akan jadi hari pertama untuk join di HUAWEI for the position of Data Telecommunication Engineer
( sebenarnya apply ke posisi Network maintenance Engineer, tapi pada
saat interview yg ke 3, ternyata diarahkan ke Data Telecommunication
Engineer. katanya lebih cocok disana.

padahal sengaja apply ke
network maintenance biar saingannya ga seberat Data Telecommunication
Engineer ( Based On Job Descriptionnya ).

singkatnya itu semua berawal dari Iklan lowongan pekerjaan yang bertuliskan Walk In Interview. untuk berbagai posisi Teknis maupun Nonteknis.

So, intinya jangan terlalu percaya ama apa yg ditulis buku lah, You will never know until you try……….

Juniper Networks Certified Internet Associate, ER (JNCIA-ER)>> For Free !!!!

Logo_juniper

Cisco2

 

Huaweilogo

 

HORE!!!!,

untuk mendapatkan Juniper Networks Certified Internet Associate, ER (JNCIA-ER) sekarang bisa didapatkan secara gratis !!! bukan cuma itu bahkan untuk level sertifikasi diatasnya, JNCIS-ER ( Specialist ) juga gratis, klo ga salah sih normalnya 1.5 juta per modul.

caranya dengan registrasi di link ini http://juniper.net/fasttrack kemudian masukan data diri secara benar.

untuk kolom ini

   

   
   

CCIE# *
      
If you are not a CCIE, enter your current certification level.  Ex. CCNP.

isi aja level certifikasi yg kita punya sekarang Ex: CCNA, or klo ternyata ga punya juga, isi CCNA aja juga ga papa coz dia ga confirm nomer CCNA kita.

untuk kolom yg ini
Fast Track Web Access Card# *
      
   

   
    >>> put any number aja, better yg gampang diingat siapa tau dikemudian hari nomer ini diminta.

setelah itu kita akan punya akses ke introductiondonlot materi , dan klo dah siap  preassessments test, nah klo pre assessments test dapet skor diatas 70%, kita akan dapat voucher untuk ujian yg sebenarnya, secara gratis!! ( mirip2 sama vouchernya CISCO, tapi bedanya cisco cuma ngasih voucher diskon 70% klo ga salah, dan cuma untuk anak2 academy’s aja ) >> klo juniper Full gretong dan sapa aja bisa dapet asal lulus :D

ujian sebenarnya bisa dilakukan di test center ( tapi yg prometric ) klo cisco kan sekarang cuma nerima yg VUE, di inixido bisa tuh kayaknya prometric.

denger denger sih kebijakan ini diambil Juniper karena mereka akan memperbaharui modul, kayak CISCO aja yg CCNA 640-801 >> ganti >> jadi CCNA 640-802, juniper kayaknya bakal ganti JN0-341 - Juniper Networks Certified Internet Associate, ER (JNCIA-ER)>> bakal ganti ke apa gitu lupa :D.

Trus juga biar makin bisa "menggoyang" CISCO dalam dominasinya :D

sorry nih abang John Camber ( Cisco ) abiz segala gala bayar sih di cisco, jadi track Profesional di pending dulu nih sementara. mau coba ngelirik Juniper, Sambil join Work At Huawei :D ( lengkap sudah penghianatanku terhadap Company yg memperkenalkan ku kepada networking ) sekali lagi sorry abang John ( wakakakak )

But Let Me Know yah klo modul2 CISCO dah Gratis Juga …………………:D

Dinanti-nanti Malah mati

Ini IP destination tiap hari gw tengok. untuk liat info didalamnya yg mungkin akan mengubah arah hidup gw. kata si empunya situs tanggal 12 desember udah di upload infonya.

tapi ampe hari gini blom ada juga. malahan hari ini sitenya unreachable: (see, below for detail):

route-server-west.gt.ca>traceroute 141.103.2.4
19 core-dtp-customer.dtp.net.id (202.78.192.162) [AS 18059] 272 msec 252 msec 240 msec
20 core-bppt-dtp.dtp.net.id (202.43.160.62) [AS 18059] 248 msec 240 msec 240 msec
21 202.46.0.3 [AS 3583] 244 msec 256 msec 248 msec
22  *  *  *
23  *  *  !H

route-server.savvis.net>traceroute 141.103.2.4
23 core-dtp-customer.dtp.net.id (202.78.192.162) [AS 18059] 232 msec 204 msec 208 msec
24 58.65.241.250 [AS 24535] 212 msec
    core-bppt-dtp.dtp.net.id (202.43.160.62) [AS 18059] 204 msec 204 msec
25 202.46.0.3 [AS 3583] 204 msec 208 msec 208 msec
26 core-bppt-dtp.dtp.net.id (202.43.160.62) [AS 18059] 204 msec *  *
27 202.46.0.3 [AS 3583] 204 msec *  *
28 202.46.0.3 [AS 3583] !H  *  *

Di telnet juga ga respon:

C:\Documents and Settings\teguh>telnet  141.103.2.4 80
Connecting To 141.103.2.4…Could not open connection to the host, on port 8
0: Connect failed

C:\Documents and Settings\teguh>ping 141.103.2.4
Pinging 141.103.2.4 with 32 bytes of data:
Reply from 202.46.0.3: Destination host unreachable.
Request timed out.
Request timed out.
Request timed out.

Ya sabar aja deh, hopefully next Monday udah bisa diakses lagi, sukur-sukur infonya juga udah ada.

I Will

This The Longest End Of the Year I think, and i will let U know, someday………………………………………………………

For sure, I will……

Line VTY untuk Fuji Sayang :D

Bro Fuji, melanjutkan your question Via SMS. below is the explanation:

Klo mo telnet ke perangakat Cisco, kita mesti men-set password di line VTY, jika nggak maka akan ada notification seperti ini. password required but not set ( dan lo ga akan bisa masuk melalui port 23 ( telnet ).

so all you need is set the IP and VTY password:

interface Vlan1
ip address 192.168.40.21 255.255.255.0
no ip route-cache
!
ip default-gateway 192.168.40.1
ip http server

Trus Password VTY nya:
line vty 0 4
password 7 11281856121B050B05
login


catalyst di setting dengan IP 192.168.40.21
255.255.255.0 dengan gateway 192.168.40.1.

Untuk maintain catalyst ini bisa dilakukan secara remote, dimana kita bisa
memanfaatkan fasilitas telnet dengan mengetikan alamat IPnya pada port 23.

Selamat mencoba, ngomong2 klo ada perangkat ngangur dikantor loe, jangan sungkan2 bawa kerumah gw yak :D ………………..